Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

0 Comments

Cara Menyalurkan Bakat Anak dengan Down Syndrome

Stimulasi apa saja yang perlu diberikan kepada anak? Nutrisi lengkap dan seimbang dibutuhkan oleh anak yang aktif dan cerdas. Selain itu, juga membutuhkan stimulasi yang tepat dari lingkungan sekitarnya. Orang yang tepat memberikan stimulasi untuk anak yaitu ibu sebagai orang yang memahami dan mengikuti perkembangan anak sejak lahir. Harus diketahui bahwa stimulasi tumbuh kembang anak tidak bisa dilakukan secara asal. Kamu harus mengetahui dulu tahapan perkembangan anak dan usianya kemudian baru menyesuaikan stimulasi yang akan diberikan. Dengan melakukan stimulasi yang dianjurkan oleh klikdokter.com secara terus menerus dengan beragam cara, maka dapat mendorong perkembangan bayi menjadi lebih cepat. Stimulasi juga meningkatkan berbagai aspek keterampilan anak, baik emosional, sensorik maupun motorik serta membantu perkembangan sistem saraf.

                1. Usia 0-3 Bulan

Untuk anak yang berusia 0-3 bulan, kamu dapat menstimulasi dengan mengekspresikan kasih sayang. Mendekap, gendong, tatap matanya, tersenyum, dan ajak dia berbicara. Kamu juga dapat memperdengarkan musik berirama lembut, memberikan mainan dengan bunyi-bunyian, atau mainan warna-warni yang bisa digantung di atas tempat tidur sang anak.

                2. Usia 6-9 Bulan

Ketika sang anak berusia 6-9 bulan, kamu bisa mengajarkan posisi duduk lalu berdiri sambil berpegangan. Kamu juga bisa melatih sang anak untuk bersalaman dan juga tepuk tangan. Lalu biasakan membacakan cerita kapan saja dan bisa dijadikan pengantar tidurnya. Hal ini akan mengasah kecerdasan sang anak.

                3. Usia 9-12 Bulan

Saat berusia 9-12 bulan, kamu dapat melatih sang anak untuk bisa mengenal namanya sendiri. Tidak hanya namanya sendiri, ajarkan pula kata lain untuk memanggil anggota keluarga misalnya mama, papa, kakak, dan lainnya. Sang anak juga bisa dilatih berdiri dan berjalan sambil berpegangan. Pada usia ini sang anak biasanya sudah mulai bisa diajarkan untuk minum dari gelas dan memasukkan mainan kembali ke tempatnya.

                4. Usia 12-18 Bulan

Menyusun balok sederhana sudah bisa mulai dikenalkan pada anak usia 12-18 bulan. Sang anak juga telah bisa memegang sendok garpu, pensil untuk mencoret-coret kertas, memasukkan dan mengeluarkan benda ke wadahnya serta bermain boneka. Pada tahap usia 12-18 bulan ini, biasanya, rata-rata anak sudah dapat berjalan tanpa berpegangan lagi. Yang harus dilakukan selanjutnya yaitu ajari sang anak untuk menaiki tangga, melakukan perintah sederhana, serta menyebutkan dan menunjuk benda-benda yang ada disekitarnya.

                5. Usia 18-24 Bulan

Pada tahap usia ini, sang anak dapat diajarkan nama-nama bagian tubuh seperti mata, hidung, mulut, juga telinga. Diiringi bertambahnya kata-kata, sang anak sudah dapat menghafal beberapa nama binatang dan benda-benda sederhana. Kamu bisa melatih sang anak untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan dilakukan sendiri seperti makan, minum, mencuci tangan, dan masih banyak lainnya.

                6. Usia 2-3 Tahun

Anak pada usia 2-3 tahun perkembangannya akan semakin rumit. Minimal sang anak sudah mempunyai 50 kata yang diingat serta bisa membuat kalimat sendiri yang dimulai terdiri dari tiga kata. Sudah bisa menemukan barang yang disembunyikan, berlari, dan naik-turun tangga sendiri. Dalam hal ini, latih sang anak untuk mengenali dan menghafal nama-nama warna, menggambar bentuk, dan buang air di toilet. Ketika usianya memasuki 3 tahun, pastikan dibina kemandirian dan berbagi dengan teman. Selain itu, stimulasi sang anak untuk menambah kemampuan diri dalam menulis dengan mengajarkannya cara memegang pensil dengan benar, mengenal huruf dan angka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *