Line Up Timnas Indonesia U-19 Asuhan Shin Tae-yong

0 Comments

Timnas U-19 Lanjutkan TC di Kroasia, Ini 4 Pertandingan Uji Coba Garuda Muda

Formasi 4-4-2 kali ini di gunakan oleh pelatih Shin Tae-yong pada pertandingan kompetitif pertamanya bersama Timnas Indonesia U-19. Pelatih asal Korea Selatan ini membuat kejutan, pasalnya pola ini telah lama pudar di kancah sepak bola nasional. Hal tersebut membuat berita bolaIndonesia menjadi bervariasi karena Shin Tae-yong menggunakan formasi yang sudah lama tidak di gunakan.

  • Lini belakang

Dilansir dari berita bola, Shin Tae-young mempercayai Adi Satryo sebagai penanggung jawab di bawah mistar Timnas Indonesia U-19 ketika melawan Bulgaria. Kiper PSMS Medan ini melakukan beberapa penyelamatan penting sebelum akhirnya kebobolan dengan tiga gol. Di depannya, berdiri Bayu Fiqri sebagai bek sayap kanan, Komang Wiguna dan Rizky Ridho sebagai benteng pertahanan, dan Yudha Febrian sebagai bek sayap kiri. Yudha Febrian menjadi penampil terbaik di lini pertahanan. Bek berumur 18 tahun ini mampu bermain dengan baik dan disiplin, dengan aktif membantu serangan.

  • Lini tengah

Memainkan formasi 4-4-2 yang berarti membutuhkan gelandang sayap yang kreatif untuk menopang duet penyerang di lini depan. Dikutip dari Berita Sepakbola, Shin Tae-yong menetapkan Andi Irfan di sisi kanan dan Witan Sulaeman di sisi kiri. Di bandingkan Andi Irfan, Witan lebih aktif menjadi motor serangan dan beberapa kali mencoba untuk melewati pemain Bulgaria U-19. Akan tetapi, karena ketatnya lini perthanan lawan membuat pemain kerap kehilangan bola dengan mudah. Sebagai pemutus serangan Bulgaria, Shin Tae-yong menduetkan David Maulana dan Komang Teguh sebagai double pivot. Keduanya bertipikal sama sebagai gelandang bertahan.

  • Lini depan

Lini depan Timnas Indonesia U-19 menjadi kartu mati ketika menghadpi Bulgaria U-19. Duet Saddam Gaffar dan Irfan Jauhari tidak mampu berbuat banyak. Maklum, level Bulgaria U-19 masih di ataaas Timnas Indonesia U-19. Keduanya juga minim pengalaman bertanding di kancah internasional. Sebetulnya, Saddam dan Irfan sama-sama aktif menjemput bola dan membuka ruang. Tapi karena agresifnya lini belakang Bulgaria U-19, keduanya kerap mati kutu ketika sedng menguasasi bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *